:
Breaking News

Apresiasi Ekspresi Cinta Tanah Air dari Luar Pagar Grahadi saat Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Undang Anak Rayakan Kemerdekaan di Grahadi

top-news

SURABAYA I MaduraNetwork.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi atas ekspresi cinta Tanah Air yang ditunjukkan masyarakat, khususnya anak-anak, saat mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari luar pagar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).

 

Gubernur mengundang secara khusus anak-anak yang tertangkap kamera memberikan penghormatan kepada Sang Merah Putih dari luar pagar Grahadi untuk hadir bersama orang tua mereka dalam perayaan kemerdekaan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat” di Gedung Negara Grahadi, Selasa (18/8).

 

Bagi Gubernur Khofifah, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan atas sikap teladan yang ditunjukkan anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk menguatkan rasa cinta kepada Merah Putih dan Indonesia sejak usia dini.

 

Undangan tersebut bermula dari sejumlah foto dan video yang menangkap momen anak-anak tetap antusias menyaksikan jalannya upacara meski berada di luar kawasan Gedung Negara Grahadi. Ketika Sang Merah Putih dikibarkan, mereka secara spontan berdiri tegak dan memberikan penghormatan.

 

Momen sederhana namun sarat makna tersebut menyentuh hati Gubernur Khofifah. Melalui akun Instagram pribadinya, ia kemudian mengajak anak-anak yang wajahnya tertangkap kamera untuk datang ke Grahadi bersama orang tua mereka.

 

"Saya menyampaikan pesan kepada anak-anak yang ketika hormat bendera, mereka mengangkat tangan. Melalui Instagram pribadi siang tadi, saya memberi penanda yang kemarin hadir di luar pagar datang ke Grahadi sebagai bentuk apresiasi untuk mereka," ujar Khofifah.

 


Khofifah mengatakan, keterbatasan kapasitas membuat tidak seluruh masyarakat dapat mengikuti upacara secara langsung dari dalam kawasan Gedung Negara Grahadi. Namun, hal tersebut ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap mengikuti momentum peringatan kemerdekaan.

 

Menurut Khofifah, sikap anak-anak tersebut justru menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap Indonesia tidak dibatasi oleh ruang maupun undangan. Meski berada di luar pagar, mereka tetap memberikan penghormatan ketika Sang Merah Putih dikibarkan.

 

"Melihat anak-anak ini memberikan hormat ketika Bendera Merah Putih dikibarkan, hati saya tersentuh. Ini adalah contoh sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ada cinta Tanah Air yang tumbuh dari generasi penerus kita," ungkapnya.

 

Atas dasar itulah, Khofifah memberikan apresiasi secara langsung dengan menghadirkan mereka ke Grahadi. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan yang membekas sekaligus semakin menguatkan rasa bangga anak-anak terhadap bangsa dan negaranya.

 

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan karakter dan nasionalisme tidak selalu harus disampaikan melalui teori. Nilai kebangsaan juga dapat ditumbuhkan melalui keteladanan, pembiasaan, serta pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

 

“Hormat kepada Bendera Merah Putih adalah tindakan sederhana. Tetapi dari tindakan sederhana itu kita bisa melihat bagaimana rasa cinta kepada bangsa dan negara mulai tumbuh.

 


Anak-anak adalah masa depan Indonesia. Dari mereka kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki empati, serta memiliki kecintaan yang kuat kepada bangsa dan negaranya,” papar gubernur.

 

Karena itu, Khofifah berharap semangat yang ditunjukkan anak-anak tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Terlebih, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, penanaman karakter kebangsaan sejak dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus Indonesia.

 

“Kalau sejak kecil mereka sudah memiliki rasa hormat dan bangga kepada Merah Putih, Insya Allah nilai itu akan terus tumbuh bersama mereka. Inilah yang harus kita rawat, karena merekalah yang kelak akan melanjutkan perjalanan bangsa ini,” katanya.

 


Puluhan anak kemudian hadir memenuhi undangan tersebut dengan didampingi orang tua maupun pendamping mereka.

 

Tak hanya kelima anak tersebut, kebersamaan di Grahadi juga melibatkan berbagai kelompok anak. Sebanyak 27 anak yatim turut hadir, dengan 17 anak di antaranya menerima santunan. Selain itu, hadir empat anak dari UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) serta empat pasien anak dari Omah Terapi.

 

Kebersamaan semakin lengkap dengan kehadiran 20 anak dari Sobat Dili (Disabilitas Tuli) Mengaji yang didampingi empat guru mengaji serta seorang penerjemah bahasa isyarat. Kehadiran mereka menjadikan perayaan kemerdekaan tersebut sebagai ruang perjumpaan yang inklusif, hangat, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama merasakan semangat kemerdekaan.

 

“Indonesia ini milik kita semua. Anak-anak dengan latar belakang apa pun harus mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, bergembira dan mencintai negerinya. Karena anak-anak hebat hari ini adalah bagian dari kekuatan Indonesia di masa depan," tuturnya.


Khofifah berharap pengalaman sederhana tersebut akan membekas dalam ingatan anak-anak. Lebih dari sekadar datang ke Grahadi, ia ingin mereka membawa pulang kebanggaan bahwa tindakan sederhana berupa berdiri tegak dan memberikan hormat kepada Sang Merah Putih merupakan ekspresi kecintaan kepada bangsa yang patut terus dirawat.

 

"Mereka telah memberikan contoh yang sangat baik. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi bagi anak-anak Jawa Timur lainnya. Saya juga menyiapkan kaos untuk anak-anak. Mudah-mudahan pengalaman  ini menjadi kenangan yang indah sekaligus menumbuhkan semakin kuat rasa cinta kepada Merah Putih dan Indonesia," pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *